Sebelum Tahun 2023 Berakhir

Disclaimer:

Tulisan ini isinya curhat doang, kalau nggak suka bisa skip. Seringkali dapet komentar “Blog cewek isinya curhatan.” yaaa emang haha. Daripada membuang waktu, lebih baik skip skip okeey.

—–

Tiga ratus enam puluh lima hari. Hidup tahu-tahu sudah lewat setahun. Sepertinya, baru kemarin merayakan tahun baru 2023. Sekarang sudah akhir tahun saja. Tidak terasa ya?

Apa kabar dengan tahun 2023? Apakah target yang kamu tuliskan di awal tahun satu per satu sudah kau coret? Atau malah meleset?

Yah, namanya juga hidup. Rencana boleh saja mulus, tapi kenyataan tak ada yang tahu. Bagiku, tahun 2023 ini nano-nano. Ternyata mentalku banyak diuji tahun ini. Namun, aku bersyukur bisa lebih berani menentukan arah.

Aku sangat menikmati perjalananku tahun ini. Perjalananku dimulai seorang diri, namun seiring berjalannya waktu aku dipertemukan dengan orang-orang yang seirama denganku. Seringkali aku merasa bosan, namun setiap kali akan berhenti aku coba ingat lagi mengapa aku memulai semuanya.

Tentunya banyak hal yang tidak sesuai rencana. Banyak. Sebagian besar malah tidak tercapai haha. Tapi, aku sadar bahwa hidup tidak melulu soal pencapaian. Hidup adalah soal bagaimana kita berproses, bertumbuh. Untuk melewati satu tahun ini, jika dilihat sepertinya yaaa biasa saja. Tetapi, dalam prosesnya banyak pergolakan batin yang hanya bisa ditaklukan oleh diri sendiri.

Aku cukup bangga pada diriku yang akhirnya (lumayan) konsisten olahraga. Sesederhana itu. Tahun 2022, aku dihadapkan pada hasil pemeriksaan kesehatan yang cukup membuatku terkejut. Aku pikir selama ini tubuhku baik-baik saja. Ternyata, aku salah. Maka, aku memulai perjalanan olahragaku dengan bergabung di salah satu pusat kebugaran. Tujuannya satu supaya aku bisa lebih sehat, bonus turun berat badan. Hasilnya? Berat badanku belum juga turun sampai akhir tahun haha (tentunya banyak faktor yang mempengaruhi ya). Bahkan dua bulan sebelum tahun 2023 berakhir, aku sakit lambung cukup lama. Meskipun angka timbangan belum juga bergeser, tapi aku merasa lebih baik. Aku bersyukur bisa memulai langkah kecil ini disela-sela kerja, sampingan, kursus, keluarga, dan lain-lain.

Menulis. Dari dulu aku hanya bisa berangan-angan aku ingin menulis lebih banyak. Tapi selalu berujung hanya menulis curhatan seperti yang sekarang sedang kalian baca haha (khusus postingan kali ini aku memang mau cerita saja jadi ya nggak apa-apalah ya). Tahun 2019 aku berpikir untuk serius soal satu ini. Beberapa kali aku mengikuti kursus dan mencoba benar-benar menulis.  Dari mulai menulis puisi, opini, cerpen. Pencarianku cukup panjang, hingga tahun 2021 akhirnya aku melabuhkan hatiku untuk menulis cerita. Sepertinya aku memang suka bercerita. Aku pikir semudah itu menulis cerita. Aku begitu optimis tahun 2023 naskahku selesai. Melihat tahun sebelumnya tulisanku terpilih dalam buku antologi cerpen. Ternyata, di akhir tahun justru naskahku dirombak habis. Total. Mulai lagi dari awal. Aku cuma bisa meringis. Selama ini, kupikir imajinasiku wow ternyata ya begitu saja. Tapi, aku bersyukur dipertemukan dengan seorang mentor dan kawan penulis yang blak-blakan memberikan feedback. Aku jadi tahu kekurangan tulisanku.

Tenggelam dalam buku. Tahun 2022, aku kecanduan sosial media. Kepalaku begitu penuh dengan banyaknya informasi yang berseliweran. Setiap pulang kantor, aku hanya terpaku pada postingan sosial media yang sebagian besar tidak berpengaruh besar pada hidupku. Ujung-ujungnya aku seringkali merasa insecure. Lalu, awal tahun 2023 aku memutuskan untuk meninggalkan salah satu sosial media yang cukup membuatku candu. Aku juga sempat menonaktifkan semua sosial media selama Bulan Ramadhan karena aku butuh ketenangan. Aku mulai perjalanan membaca dengan serius. Aku membuat target membaca buku setiap bulannya. Ternyata, target bacaku lebih mudah tercapai ketika aku tidak terlalu banyak bermain sosial media. Secukupnya saja, menengok sosial media untuk mengetahui isu terkini. Aku membeli e-book agar jariku terbiasa membuka e-book daripada sosial media. Usahaku tidak sia-sia. Akhir tahun ini, aku melewati target yang kubuat.

Sepatu Roda. Sejak kecil aku suka bermain sepatu roda, meski hanya di dalam rumah. Mengingat jalanan depan rumahku masih tak rata. Awalnya, iseng saja akhir tahun 2022 mencoba bermain sepatu roda. Ternyata, aku merasa inner childku terobati. Ada perasaan bahagia yang membuncah setiap kali roda-roda itu bergulir. Tahun 2023 aku memutuskan untuk sesekali bermain sepatu roda. Meski hanya hobi yang tidak rutin aku lakukan karena berbagai macam hal lain yang harus aku kerjakan, tapi bermain sepatu roda membantuku bersenang-senang sejenak.

Apa lagi ya? Kalau bicara pencapaian, secara hasil belum ada yang benar-benar nyata tercapai haha. Tapi percayalah prosesnya masih berlangsung sampai sekarang. Aku sedikit merasa aneh dengan diriku. Biasanya, aku merasa begitu gagal ketika target yang kubuat tidak tercapai. Tapi, tahun ini aku merasa biasa saja. Aku sadar targetku meleset, tapi saat ini aku masih terus berproses. Dibanding dengan terbenani karena target yang tidak tercapai, aku justru cukup puas dengan konsistensi dan kebiasaan baru yang sedang kubangun.

Aku menyadari mengubah kebiasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka, aku mengapresiasi diriku yang selalu berusaha kembali ke jalur setiap kali oleng ditengah jalan.

Perjalanan masih panjang. Yah, kita nikmati saja setiap prosesnya. Setelah kupikir-pikir, hidup ini hanya butuh rasa cukup. Lelah juga bukan setiap saat menuntut lebih? Setiap kali aku mulai resah dengan usaha-usahaku yang belum membuahkan hasil, suamiku selalu berkata, “semua ada masanya, ada waktunya. Sabar. Tunggu aja.”

Jadi, selamat untuk kita semua sudah berhasil bertahan dan melewati tahun ini dengan segala suka dan duka. Kita semua hebat karena sudah berusaha sekuat tenaga melawan gempuran hidup yang penuh lalala-lilili. Semoga, tahun-tahun berikutnya banyak kebaikan yang datang dalam hidup kita 😊

 

Love,

 

Tantri DP

 

Photo by Dave Photoz on Unsplash